Jumat, 28 Desember 2012

program-program jurusan setelah lulus SMA dengan akses ikatan dinas

Pendidikan tinggi sangat
penting, bahkan penulis harus bekerja dulu selama
empat tahun baru bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Bahkan saat kuliah pun harus 'nyambi' bekerja hingga
akhirnya bisa lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana
psikologi. Andai saja memiliki informasi ini sejak lama,
tentu tak perlu bekerja atau sambil bekerja untuk bisa
kuliah. Tentu akan dipilih tempat kuliah yang sesuai
dengan minat. Apalagi di sini selain biaya kuliah ditanggung
kementerian atau lembaga yang menaunginya, mendapat
pula uang saku plus nanti penempatan kerja dengan
jaminan karir yang bagus.
Informasi ini sangat penting bagi pelajar yang baru saja
lulus SMA, keluarga yang memiliki ekonomi kurang mampu
namun anaknya punya kemampuan akademik yang bagus.
Maka kali ini robertussenja.com telah menelusuri
beberapa tempat kuliah tersebut berikut informasi
awal dan link terkait agar pembaca bisa mempelajari
kesesuaian dengan minat dan kemampuannya.
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
Sekolah tinggi ini berada di bawah Badan Pusat
Statistik, informasi terakhir siswa mendapat uang saku
per bulannya capai Rp. 850.000. Pendaftaran
dilakukan secara online di www.stis.ac.id dengan lokasi
kuliah Jakarta.
STIS semula bernama Akademik Ilmu Statistik (AIS),
merupakan perguruan tinggi kedinasan yang
diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak
tahun 1958. STIS kembali memanggil pemuda/pemudi
Indonesia yang memiliki motivasi tinggi untuk dididik
menjadi ahli statistik.
STIS menyelenggarakan program Diploma IV (D-IV)
yang diterapkan dengan sistem paket yang dinyatakan
dalam Satuan Kredit Semester (SKS) dan ditempuh
selama 4 tahun. STIS memiliki 2 jurusan, yaitu
Statistika dan Komputasi Statistik, di mana jurusan
Statistika terbagi menjadi 2 bidang peminatan, yaitu
Statistika Ekonomi dan Statistika Sosial Kependudukan.
Lulusan STIS mendapat sebutan Sarjana Sains Terapan
(S.S.T.). Tahun Akademik 2012/2013, STIS menerima
mahasiswa baru melalui dua jalur umum, yaitu Jalur
Umum Ikatan Dinas dan Jalur Umum Tugas Belajar
Instansi Non BPS.
STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi
kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang
statistika dan komputasi statistik dengan mendidik
kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional.
Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang
mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian,
melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta
merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.
Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu
ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi.
Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada
pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan
komputasi statistik. STIS mempunyai dua jurusan:
Jurusan Statistika – dengan dua bidang peminatan,
yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Jurusan
Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan
tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik
sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik
menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem
informasi.
Jalur Umum Ikatan Dinas merupakan jalur seleksi untuk
lulusan SMA/MA jurusan IPA yang setelah lulus
pendidikan di STIS akan diangkat langsung menjadi Calon
Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III/a, untuk
selanjutnya ditempatkan di unit kerja BPS di seluruh
Indonesia sampai dengan tingkat kabupaten/kota.
Selama masa pendidikan, mahasiswa tidak dikenakan
biaya pendidikan, justru mendapat tunjangan ikatan
dinas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mahasiswa
memiliki ikatan dinas selama dan setelah lulus dari
pendidikan di STIS, yaitu wajib bekerja di lingkungan
BPS sesuai penempatannya di seluruh Indonesia selama
dua kali masa pendidikan secara berturut-turut.
Jalur Umum Tugas Belajar Instansi Non BPS merupakan
jalur seleksi untuk mereka yang memiliki status sebagai
Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai tetap pada
BUMN/BUMD, atau TNI/POLRI, dan telah
menyelesaikan pendidikan SMA/MA jurusan IPA, yang
ditugasi oleh instansi yang bersangkutan untuk mengikuti
pendidikan di STIS. Biaya pendidikan ditanggung oleh
instansi yang menugasi.
Pendaftaran ditutup 4 Mei 2012 pukul 20.00 WIB
untuk jalur ikatan dinas dan 27 April 2012 pukul 24.00
WIB untuk jalur tugas belajar instansi non BPS. Batas
waktu pembayaran 3 hari kerja setelah pendaftaran
(batas waktu maksimum 4 Mei 2012 Pukul 23.59
WIB)
Cara Pendaftaran dilakukan oleh calon peserta secara
online melalui internet dan dapat dilakukan dari mana
pun.Peserta dapat memilih lokasi ujian di 33 provinsi di
seluruh Indonesia. Calon peserta tidak harus mengikuti
ujian sesuai tempat tinggalnya atau tempat di mana yang
bersangkutan menyelesaikan pendidikan SMA/MA.
Biaya Seleksi Rp. 225.000,- (dua ratus dua puluh lima
ribu rupiah), dibayarkan melalui Teller atau ATM Bank
BRI, setelah mengisi data pendaftaran secara online.
Untuk pembayaran melalui ATM Bank BRI, hanya bisa
menggunakan Kartu ATM Bank BRI. Biaya administrasi
bank ditanggung peserta. Biaya seleksi dan biaya
administrasi bank yang telah dibayarkan, tidak dapat
ditarik kembali dengan alasan apa pun.
Website resmi STIS adalah http://www.stis.ac.id.
Segala informasi mengenai PMB STIS dapat diakses
melalui website tersebut. Alamat Panitia Pusat PMB
STIS adalah di Kampus STIS, Jalan Otto Iskandardinata
No. 64C Jakarta Timur 13330. Telp: (021) 8508812,
8191437, Fax: 8197577. Hotline PMB Telp: (021)
85900884. Alamat Panitia Daerah adalah di Kantor
BPS Provinsi di seluruh Indonesia (kecuali Provinsi DKI
Jakarta di Kampus STIS). Alamat Kantor BPS Provinsi
bisa dilihat di Website BPS di http://www.bps.go.id.
Kampus STIS
Jl. Otto Iskandardinata No. 64C
Jakarta 13330
Telp. (021) 8191437, 8508812
Fax. (021) 8197577
Hotline PMB (021) 85900884
AKAMIGAS-STEM
Akademi Minyak dan Gas Bumi di bawah Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah di
Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran
minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-
stem.esdm.go.id
Sekolah Tinggi Energi dan Mineral yang untuk selanjutnya
disebut STEM “Akamigas” Cepu adalah pengembangan
dan atau peningkatan status dari Akademi Minyak dan
Gas Bumi (AKAMIGAS). AKAMIGAS yang didirikan pada
tahun 1966 dengan Keputusan Direktur Jenderal
Minyak dan Gas Bumi Nomor 91/DD/Migas/1966
tanggal 24 Oktober 1966 merupakan penggabungan
Akademi Perminyakan Permina (APP) di Bandung dengan
Pendidikan Kejuruan Perminyakan (PKP) di Plaju,
bertujuan untuk mendidik meningkatkan kemampuan
pegawai – pegawai Pertamina yang memang sangat
dibutuhkan kemampuannya. Secara resmi Akamigas
dibuka pada tanggal 7 Februari 1967 yang terdiri dari 4
Jurusan yaitu Eksplorasi dan Eksploitasi, Pemboran,
Pengolahan, dan Logistik dengan jumlah mahasiswa 72
(tujuh puluh dua) orang.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan tenaga –
tenaga terampil yang diperlukan di lapangan, pada tahun
1977, dengan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan
Gas Bumi nomor 1/P/DJ/Migas/1977 tanggal 24
Oktober 1977 pola pendidikan di AKAMIGAS dirubah
dari yang semula Pendidikan pola bulat 3 tahun menjadi
pola berjenjang Diploma I, II dan III.
Pada tahun 1999 dengan Keputusan Menteri
Pertambangan dan Energi nomor : 1042 tahun 1999
tanggal 10 Juni 1999 AKAMIGAS ditetapkan sebagai
Perguruan Tinggi Kedinasan dengan pola pendidikan
berjenjang yang bertanggung jawab kepada Direktur
Jenderal Migas melalui Kepala Pusat Pengembangan
Tenaga Perminyakan dan Gas Bumi (PPT Migas)
Terhitung mulai Tahun Akademik 2002/2003,
AKAMIGAS menyelenggarakan Program Studi Diploma
IV atas dasar Surat Mendiknas Nomor 41/
MPN/2002 tanggal 21 Pebruari 2002. Disamping
Surat persetujuan dari Mendiknas tersebut juga
diperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan dan
Menteri PAN. Bersamaan dengan itu AKAMIGAS
membuat surat resmi sesuai dengan prosedur dan
ketentuan perundang – undangan.
Test intake calon mahasiswa STEM “Akamigas”
diadakan di beberapa kota, yaitu Medan, Dumai, Plaju,
Jakarta, Cilacap, Balongan, Surabaya, Balikpapan. Asal
calon mahasiswa pada masing masing masing rayon
tersebut adalah Dumai (Pertamina EP Area Sumatra,
Pertamina RU II Dumai, Pertamina Marketing and
Trading), Plaju (Pertamina EP Area Sumatra, Pertamina
RU III Plaju, Pertamina Marketing and Trading Area
Sumbagut dan Balinus), Jakarta ( Pemda/Pemkab
Sumatra, Kalimantan, PT Tenaga Listrik Gorontalo),
Balongan (Pertamina EP Region Jawa, Pertamina RU VI
Balongan), Cilacap (Pertamina RU IV Cilacap, Pertamina
Marketing and Trading, Pemda/Pemkab area Jawa
Tengah), Surabaya (Pertamina Marketing and Trading,
Petrochina East Java, BP Indonesia, Pemda/Pemkab
Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara
dan Sulawesi), Balikpapan ( Pertamina Marketing and
Trading Area Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,
Pertamina RU V Balikpapan, Vico Indonesia Muara
Badak).
Materi Test untuk Diploma I adalah Test Kemampuan
Umum yang dilaksanakan oleh tim penguji dari LPT
Universitas Indonesia, sedang untuk Diploma II, III dan IV
adalah materi Matematika, Bahasa Inggris, Pengetahuan
Alam/Umum dan Pengetahuan Kejuruan dilaksanakan
oleh team penguji dari STEM “Akamigas”. Selain test
intake yang dilaksanakan hari ini dan besok masih akan
menyusul test intake dari Kementerian ESDM,
Perusahaan Gas Negara, MEDCO Energi yang
pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kesiapan team
penguji dari STEM “Akamigas” dan stakeholder.
Multi Media Training Center (MMTC)
Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo).
Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id, Lokasi kuliah di
Yogyakarta
Multi Media Training Centre (MMTC) adalah lembaga
penyelenggara pendidikan dan latihan milik Pemerintah
yang berdiri pada tanggal 31 Juli 1985. Sesuai dengan
tuntunan jaman, maka kini MMTC telah menjadi Sekolah
Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta (STMM MMTC)
, institusi pendidikan tinggi di bidang penyiaran dan multi
media yang berada di bawah Kementerian Komunikasi
dan Informatika RI.
Saat ini, STMM MMTC membuka peluang bagi
masyarakat luas untuk meraih sukses, melalui
pengetahuan dan ketrampilan di bidang Broadcasting
dan Multi Media. STMM MMTC adalah satu langkah maju
untuk menggapai masa depan gemilang dan satu pilihan
tepat bagi insan yang cerdas dan kreatif. Karena
globalisasi tak akan pernah lepas dari kemampuan dalam
penguasaan Multi Media.
STMM MMTC memiliki kampus yang nyaman, instruktur
yang berpengalaman, serta dukungan peralatan yang
lengkap. Kami membuka kesempatan bagi Anda semua
untuk bergabung menyongsong masa depan cerah
sebagai broadcaster professional.
STMM MMTC menyelenggarakan 2 Jenis program
pendidikan yaitu pendidikan kedinasan bagi aparatur
pemerintah dan swadana bagi masyarakat umum. Kami
selalu berupaya untuk mengembangkan program
pendidikan bagi aparat pemerintah daerah yang
bermaksud mengembangkan SDM-nya dalam
kompetensi pengelola siaran maupun informasi pada
satuan kerja perangkat daerah.
Calon peserta test penerimaan mahasiswa baru (PMB)
Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta, Jumat
tanggal 18 Mei 2012 akan diadakan computer base
test (CBT). Namun sesuai dengan pengumuman resmi
dari Kementerian Komunikasi dan Informatika nomor:
17/SE/SJ/KOMINFO/12/2011 tanggal 30
Desember 2011, bahwa hari Jumat tanggal 18 Mei
2012 adalah hari libur cuti bersama. Sehubungan dengan
hal tersebut, maka proses computer base test (CBT)
pada tanggal 18 Mei 2012 akan dialihkan/diundur waktu
pelaksanaannya pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2012.
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN)
Sekolah ini di bawah Lembaga Sandi Negara.
Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id. Lokasi kuliah
di Bogor.
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan
Tinggi Kedinasan dibawah koordinasi Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi yang didirikan berdasarkan surat
Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari
2002 dan diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara
berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003
tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.
STSN merupakan peningkatan status dari Akademi
Sandi Negara (AKSARA) yang menjalankan program
Diploma III selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan
program Diploma IV. Lulusan STSN memiliki kemampuan
untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi
informasi dan ancaman terhadap pengamanan informasi
rahasia serta tuntutan pengguna persandian di lingkungan
instansi pemerintah. Sebagai institusi pendidikan di
bidang sandi dan aplikasinya, STSN mendidik Sumber
Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam hal
pengetahuan dan aplikasi teknis persandian.
STSN merupakan salah satu lembaga atau institusi
pendidikan yang mendukung terselenggaranya
pertahanan negara melalui penyediaan sumber daya
manusia terdidik yang memiliki kompetensi khusus
dibidang pengamanan informasi, khususnya persandian.
Melalui kompetensi tersebut, lulusan STSN mampu
mengamankan informasi yang sifatnya strategis dan
rahasia yang menjadi aset negara. Informasi rahasia yang
dimiliki oleh suatu negara menjadi sasaran utama bagi
pihak-pihak lawan atau yang tidak berkepentingan untuk
dapat mengambil keuntungan baik dari aspek politis,
sosial, ekonomis maupun yang terkait pertahanan dan
keamanan negara.
Dalam Undang-undang ini dinyatakan bahwa dalam hal
bela negara atau pertahanan negara, setiap warga
negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama.
Mahasiswa dan/atau lulusan STSN merupakan SDM
potensial dalam mendukung pertahanan negara karena
memiliki kesiapan fisik, pengetahuan, dan kemampuan di
bidang keamanan informasi. Dengan bermodalkan
kesadaran akan pengamanan, mahasiswa dan/atau
lulusan STSN memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas
tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan dibidang
keamanan informasi dan sandi.
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS)
Sekolah ini di bawah Kementerian Sosial RI.
Pendaftaran offline di Kemenkes RI, Bandung,
Yogyakarta, Padang, Banjarmasin, Makassar, Jayapura,
Palu. Info di: www.stks.ac.id
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah
Kementerian Sosial RI yang menyelenggarakan program
pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial dan Program
Pascasarjana Spesialis Pekerjaan Sosial. STKS berdiri
sejak tahun 1964 sebagai peningkatan dari Kursus
Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) dan berjangka
waktu pendidikan selama 2 (dua) tahun, yang
sebelumnya berbentuk Kursus Dasar Sosial A (KDSA)
yang didirikan tahun 1957 dan berjangka waktu
pendidikan selama 1 (satu) tahun. Sampai dengan tahun
1970, STKS Bandung hanya menyelenggarakan
pendidikan Profesional Pekerjaan Sosial Tingkat Sarjana
Muda. Pada tahun 1971 Program Pendidikan STKS
ditingkatkan dengan dibukanya program sarjana (S1).
Dengan adanya ketentuan dari Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan RI tentang dihapuskannya program
sarjana muda, maka sejak tahun 1985 selain jenjang
pendidikan S1, STKS juga menyelenggarakan program
pendidikan jenjang Diploma III, kemudian jenjang
pendidikan program Diploma IV dimulai sejak tahun
akademik 1989/1990.
Sampai tahun 2011, jumlah lulusan STKS sebanyak
11.067 orang, terdiri atas lulusan program pendidikan
KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana (S1)
dan Diploma IV, serta Pascasarjana (S2). Alumni STKS
Bandung tersebar di berbagai instansi pemerintah
(kemensos RI, Kemendagri RI, KemenkeS RI,
Kemendiknas RI, Kepolisian, TNI, dll.) pemerintah
daerah, swasta maupun lembaga-lembaga internasional
(UNICEF, UNDP, Save The Children, Plan International,
dll.).
Pada tanggal 18 Januari 2001 status STKS sebagai
Perguruan Tinggi Kedinasan dikukuhkan melalui
Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2001. Adapun
Organisasi dan Tata Kerja STKS Bandung dikukuhkan
dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 24 PEG-
HUK/2002, dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor:
51/HUK/2006 tentang Statuta STKS Bandung.
Disamping itu, berdasarkan Surat Persetujuan Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan
Nasional RI Nomor: 15/D/T/05 tanggal 10 Januari
2005, mulai tahun akademik 2006 Sekolah Tinggi
Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
menyelenggarakan Program Studi Profesi Pekerjaan
Sosial (Spesialis-1/Sp-1). Program Pendidikan
Spesialis-1 (Sp-1) Pekerjaan Sosial ini meliputi 2 (dua)
konsentrasi yaitu Konsentrasi Pekerjaan Sosial Sosial
Klinis dan Konsentrasi Pekerjaan Sosial Komunitas.
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN)
Sekolah ini berada di bawah naungan Badan Pertanahan
Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id.
Lokasi kuliah di Yogyakarta.
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah
Perguruan Tinggi Kedinasan yang telah cukup lama hadir
di Indonesia dan telah meluluskan dalam bilangan ribuan
mahasiswa yang kini tersebar di seluruh tanah air.
Keberadaan STPN yang memiliki sejarah panjang sebagai
Perguruan Tinggi sejak tahun 1963 dengan nama
Akademi Agraria, maka dapat digolongkan sebagai salah
satu perguruan tinggi kedinasan tertua di Indonesia
Bila melihat dari kekhususan substansi pendidikannya
yaitu Pendidikan Tinggi Pertanahan maka STPN
merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikan pertanahan secara
terpadu, menekuni kekhususan bidang tersebut dan
berusaha mengembangkannya sebagai salah satu cabang
ilmu pengetahuan mandiri.
Lahirnya Akademi Agraria pada tahun 1963 yang
merupakan cikal bakal STPN tidak dapat dipisahkan
dengan lahirnya UUPA tahun 1960 yang membawa
perubahan besar dalam hukum pertanahan yang berlaku
di Indonesia. Ada lima misi utama yang dibawa dengan
lahirnya UUPA tersebut yaitu:
1. Perombakan Hukum Agraria
2. Pelaksanaan Landreform
3. Penataan Penggunaan Tanah
4. Likuidasi hak-hak asing dalam bidang Agraria
5. Penghapusan sisa-sisa feodal dalam bidang agraria
Untuk dapat melaksanakan tugas berat tersebut maka
diperlukan lebih banyak tenaga-tenaga ahli dan
profesional yang mampu menangani dan mengelola tugas
bidang pertanahan. Tenaga ahli dan profesional yang
dimaksud disini adalah tenaga yang mempunyai
kecakapan, kemahiran dan keterampilan untuk membina,
mengembangkan dan atau melaksanakan tugas-tugas
yang berkenaan dengan pengaturan penggunaan tanah,
pengaturan penataan kembali penguasaan dan pemilikan
tanah, pengaturan pendaftaran hak untuk mencapai
kepastian hak dan pengaturan administrasi pertanahan
baik di pusat maupun daerah disamping memiliki
integritas kepribadian yang tinggi.
Oleh karena itu, Akademi Agraria yang kemudian dirubah
menjadi Akademi Pertanahan Nasional terus ditingkatkan
dan dikembangkan menjadi Sekolah Tinggi Pertanahan
Nasional yang menetapkan program pendidikannya
secara konsisten berupa program pendidikan keahlian
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
Institut ini di bawah Kementerian Dalam Negeri RI.
Pendaftaran offline di Bagian Kepegawaian Daerah
Kabupaten/ Kota seluruh Indonesia. Lokasi kuliah di
Jakarta, Pekanbaru, Manado, Bukittinggi & Makassar.
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah salah
satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam
lingkungan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia,
yang bertujuan mempersiapkan kader pemerintah, baik
di tingkat daerah maupun di tingkat pusat. Pada 10
Oktober 2007, dalam sebuah sidang kabinet, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk
mengubah IPDN menjadi Institut Ilmu Pemerintahan (IIP)
menyusul terungkapnya kasus kekerasan yang terjadi di
IPDN.
Berawal dari didirikannya Akademi Pemerintahan Dalam
Negeri (APDN) di Malang Jawa Timur pada tanggal 1
Maret 1956 berdasarkan SK Mendagri No.Pend.
1/20/565 tanggal 24 September 1956 dengan
Direktur Pertama dr. Raspio Woerjadiningrat. Untuk
memenuhi kebutuhan akan tenaga kader aparatur
pemerintah di tiap daerah, maka sejak tahun 1965 satu
demi satu didirikan APDN di berbagai provinsi dan pada
tahun 1970 telah berdiri 20 APDN di seluruh
Nusantara, lokasi-lokasi APDN tersebut adalah di Banda
Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi,
Palembang, Tanjung Karang, Bandung, Semarang,
Malang, Mataram, Kupang, Ujung Pandang, Manado,
Pontianak, Banjarmasin, Palangka Raya, Samarinda,
Ambon, dan Jayapura.
Sampai dengan tahun pendidikan 1991 yaitu tahun
alumnus berakhimya operasi APDN di daerah-daerah
telah menghasilkan 27.910 orang, yang penempatannya
tersebar di 27 Propinsi. Kini para alumninya sudah
mengembangkan diri untuk pendidikan selanjutnya dan
pada umumnya sudah menduduki jabatan teratas di
lingkungan Departemen Dalam Negeri. Untuk
menyamakan pola pendidikan APDN dikeluarkan
Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 38 Tahun 1988
tentang Pembentukan APDN yang bersifat Nasional
yang dipusatkan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat.
Dalam proses perkembangan selanjutnya dikeluarkan
Keputusan Presiden No.42 Tahun 1992, yang
mengubah APDN menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan
Dalam Negeri disingkat menjadi STPDN. Bagi lulusan
Program D-IV STPDN berhak menyandang gelar
"SSTP" (“Sarjana Sains Terapan Pemerintahan”).
Lulusan atau alumni STPDN diharapkan memiliki tiga
kompetensi dasar yaitu: Kepemimpinan (Leadership),
Kepelayanan (Stewardship), Kenegarawanan
(Statemanship).
Setelah terjadi kasus kekerasan pada praja Wahyu
Hidayat yang menyebabkannya meninggal dunia,
pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri akhirnya
memutuskan melebur Sekolah Tinggi Pemerintahan
Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan
(IIP) dalam wadah baru bernama Institut Pemerintahan
Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 2005. Perubahan yang
diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang
Penggabungan STPDN dan IIP dan Permen Dalam Negeri
No. 29 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja
IPDN, sebenarnya sudah dirancang sejak 1998 karena
ada aturan yang membatasi setiap departemen hanya
memiliki satu pendidikan kedinasan.
Pada 10 Oktober 2007, IPDN kembali diubah menjadi
Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), namun IIP yang baru ini
tidak akan hanya mempunyai kampus di Jatinangor,
melainkan juga di beberapa daerah lain seperti
Bukittinggi (Sumatera Barat), Rokan Hilir (Riau),
Makassar (Sulawesi Selatan), Manado (Sulawesi Utara)
, Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kubu Raya
(Kalimantan Barat), dan Jayapura (Papua). IIP juga akan
berbeda dari IPDN dari segi sistem pendidikannya,
meskipun pada saat keputusan perubahan ini diambil
sistem pendidikan yang baru tersebut belum diatur
secara dirinci.
Akademi Ilmu Permasyarakatan (AKIP)
Akademi ini berada di bawah Kementerian Hukum dan
HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau
http://www.akip.ac.id Lokasi kuliah di Depok.
Akademi ini terlahir berdasarkan 2 (dua ) peristiwa di
bidang Hukum Nasional :
Tanggal 5 JULI 1963, penganugerahan Gelar Doktor
Honoris Causa kpd SAHARJO, SH, Menteri Kehakiman
menyatakan bahwa, pemasyarakatan adalah Tujuan
pidana penjara ditetapkan menjadi penyuluh bagi
petugas dalam memperlakukan narapidana
Tanggal 27 April 1964, yakni dimulainya Konferensi
Nasional Kepenjaraan di Lembang Bandung menetapkan :
Perubahan sistem perlakuan terhadap narapidana di
Indonesia dari sistem kepenjaraan ke Sistem
Pemasyarakatan
Pemasyarakatan bukan hanya sekedar tujuan pidana
penjara, melainkan sebagai suatu proses yang bertujuan
pemulihan kesatuan kembali hubungan (integritas/
integriteit) kehidupan dan penghidupan, yang terjalin
antara individu terpidana dan masyarakat, menuju
masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Dalam rangka misi pemasyarakatan seterusnya, maka
secepat mungkin didirikan Akademi Ilmu Pemasyarakatan
agar nantinya tenaga - tenaga Kemekumham yang
bersentuhan langsung dengan narapidana memiliki
kemampuan untuk tujuan tersebut.
Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT)
Sekolah tinggi ini berada di bawah Kementerian
Perindustrian RI bekerja sama dengan Pemerintah
Jerman. Informasi lengkap ada di http://
www.stttekstil.ac.id. Pendaftaran secara offline
langsung ke kampus STTT.
Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil di mulai sejak tahun
1922 dengan nama Textile Inrichting Bandoeng (TIB) . Di
era pemerintahan Indonesia, tahun 1954 dikembangkan
menjadi Akademi Textil (AKATEX) . Akatex mempunyai
dua program studi, yaitu teknik tekstil dan kimia tekstil,
kedua program studi tersebut diselesaikan selama tiga
tahun setengah dan lulusannya mendapat gelar Bachelor
Tekstil (Bk.Teks) .
Tahun 1964, Akatex di ubah menjadi Perguruan Tinggi
Ilmu Tekstil (PTIT) dengan program studi yang sama dan
lulusannya mendapatkan gelar Sarjana Tekstil . Program
studi PTIT diselesaikan selama lebih dari dua tahun
setelah Akatex
Berdasarkan keputusan Menteri Perindustrian pada
tahun 1966 di rubah lagi menjadi Institut Teknologi
Tekstil (ITT) yang merupakan gabungan dari Akatex,
PTIT, Balai Penelitian Tekstil (BaPT), dan Pilot
Pemintalan.
Sejak tahun 1979, ITT dikembangkan menjadi dua
lembaga, yaitu Balai Besar Pengembangan dan Penelitian
Industri Tekstil (BBT) dan Sekolah Tinggi Teknologi
Tekstil (STTT) . Pembentukan STTT ini kemudian
diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama Menteri
Perindustrian dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor : 274/SK/VI/1981 dan 0182/0/1981
tangal 6 Juni 1981. STTT menyelenggarakn pendidikan
vokasi Program Diploma IV (dengan masa studi selama
4 tahun) dan Program Diploma I (dengan masa studi
selama 1 tahun). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 6 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, lulusan
Program Diploma IV memperoleh sebutan Sarjana Sains
Terapan (S.S.T) sedangkan lulusan Program Diploma I
memperoleh sebutan Ahli Pratama (AP) .
Sampai saat ini STTT adalah satu-satunya perguruan
tinggi di bidang teknologi tekstil milik Pemerintah
Indonesia. Demikian daftar tempat kuliah semoga
bermanfaat dan terus semangat untuk menggapai cita-
cita, menjadi manusia yang berkualitas dari sisi sumber
daya manusia. Salam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar